Kado Ulang Tahun Tak Terduga Dari Mama

Bokep JepangAugust 29, 2018

FilmBokepJepang – Kali ini juga bukan kisahku sendiri yang akan kuceritakan, tapi tentang Wen, temanku di kota N dulu, yang sekarang telah duduk di kelas II SMP, menambah waktu yang lalu saat aku pergi ke tempat pamanku di sana.

 Meskipun saat itu hubungan antara keluargaku dan keluarga sedang tidak begitu baik karena ada masalah, tapi kami kami bertemu dan banyak orang, Saya bisa menuliskannya dalam beberapa cerita, di pelukan yang ini.

Menurut Wen, sepeninggalku dari sana, banyak kejadian yang dialaminya, terutama kehidupan seksualnya. Salahakan adalah kejadian yang terjadi.

 Menurutnya waktu itu dia baru saja disunat, dan setelah sembuh, banyak teman yang menggodanya agar bisa memakai alat untuk melakukan hubungan seks, menurut mereka sebagai pemanasan atau percobaan atau apalah istilahnya. 

Demikian pula di sekolah, banyak teman-teman yang menawarinya hal-hal yang berhubungan seks, TV porno, cerita-cerita stensilan, VCD BF dan lain sebagainya.

 Wen mengganggapnya biasa saja, karena anak baru gede pasti begitu, begitu pula dia, kadang-kadang dia juga hamil kalau sedang bernafsu, tidak peduli kalau soal melakukan seks, dia pernah juga melakukan itu tidak normal seperti dalam berburu burung.

Keluarga Wen terdiri dari empat orang, yaitu orang tua, kakak cewek satu-satunya, Ris bernama yang masih duduk di kelas III SMU, dan Wen adalah bungsu. Papa dan Mamanya adalah PNS. 

Sebuah keluarga yang bahagia sebenarnya, hanya saja banyak orang yang mengatakan bahwa mamanya gila dan sering kambuh jika keinginannya tidak terpenuhi. Begitu mirip begitu Mamanya sangat menyayanginya, Wil Wen menjadi anak yang manja dengan Mamanya.

Waktu itu bertepatan dengan ulang tahun Mamanya, setelah pesta kecil-kecilan yang dilakukan sepanjang sore sampai malam, seluruh anggota keluarga Wen minum suplemen untuk kesehatan dan capeknya cepat hilang, sementara masa depan hari Minggu, karena biasanya hari besar untuk acara acara keluarga .

 Namun, efek yang terjadi adalah sesuatu yang lain, dia jadi enggak bisa tidur, sudah tiduran beberapa lama tetap saja dia tidak bisa memejamkan matanya. Baru-baru ini saja mereka bisa jadi capar sekalian tapi bisa tidur dan istirahat, seperti yang biasa dilakukan ketika tidak bisa tidur.

Wen melepasakan seluruh pakaiannya seperti biasa, agar tidak memengaruhi cipratan sperma, sebagai gantinya dirasakannya sapu tangan untuk tempat keluarnya sperma bagi sperma.

 Kemudian dia membaca, diranjang dan ditempatkannya saputangan di atas perutnya dan dia mulai meremas seksualnya, mengocok penisnya pelan-pelan, diselingi mengusap dadanya sambil mengingat film-film porno yang pernah ditontonnya atau mengingat semua yang dapat menimbulkan nafsunya.

 Sampai tidak lama kemudian mulai dia mempercepat kocokannya karena nafsunya sudah membumbung dan terasa spermanya juga mau segera keluar, tiba-tiba tiba saya mendengarkan langkah kaki menuju kamar. 

jadi dia baru ingat kalo lupa pintu, mau menuju pintu untuk langkah yang sudah didepan pintunya, tanpa pikir panjang diapun langsung menutupi tubuh dengan selimut,

Ternyata benar Mamanya, Wen pun pura-abang tidur dengan memicingkan mata agar bisa membayar apa yang dilakukan Mamanya, meski penisnya bekedut-ngelut karena mau keluar sperma dia coba bertahan.

Mamanya menuju kedalamnya, dan duduk ditepi kemudian mencium keningnya, terus berusaha merapikan selimutnya. Saat itu terlihat penis Wen yang tegang terlihat Mamanya.

Loh anak itu tidur pint sih, gumamnya.

Kontolnya mengacung menantang lagi, sambil memperhatikan anak lelakinya itu.

Wen diam saja.

Ehm ini keluar cairannya lagi, lagi-lagi sambil terbuka penis Wen.

Saat itu Wen pura-pura terbangun.

Ada apa Ma ?, tanya Wen pura-pura terkejut dan mengisi tubuh dengan selimut.

Kamu itu lho, tidur kok gak pake baju, emang kepanasan, belakangan malah masuk angin lagi, apa kamu memang lagi main-main dengan kontolmu itu ?, tanya mamanya memberondong.

Iya Ma, Wen mau bilang, tapi keburu Mama datang, Wen tidak bisa mengelak.

Tadi Wen gak bisa tidur sih Ma

Ooo begitu, ya sudah yang begitu biar Mama bantu, sambil berusaha meraih dirinya.

Tapi, enggak usah Ma, entar

Nggak usah tapi-tapian, potong mamanya.

Tangannya pun sudah meraih penis Wen dan mulai mengocoknya. Wen hanya bisa diam dan keheranan dengan apa yang dilakukan mamanya, hingga tidak lama kemudian terdengar desisnya yang tidak jelas dari mulut Wen.

Wen, kontolmu besar juga ya ?, puji mamanya.

Dikocokin sama Mama enak ya ?.

Wen hanya mengangguk dan menatap langit kamar sambil membuka mulutnya mengeluarkan desisan.

Kalo mama beginikan, gimana ?, kata seraya mendekatkan ke selangkangan Wen dan memasukkan penis itu ke mulutnya, dikulum beberapa saat kemudian dihisapnya dalam-dalam sebelum menjilatinya.

Kali ini Wen tidak hanya mendesis tetapi bersuara walaupun tidak berhasil dilakukan sekalipun,

Ma enak banget Ma, ah uhh, gumamnya sambil berkelojotan, menggoyang pinggulnya ke kanan dan ke kiri, sementara nafasnya memburu tak beraturan.

Ehm ehm, kamu begini ya? yang dilakukan mama dan terbatas?

Tiba-tiba tiba-tiba ada papanya sudah ada di belakang meraka, mereka tak sadar karena terlalu keasikan.

Papa ucap Wen dan mamanya hampir bersamaan.

Ini Pa, anakmu kan sudah gede nih, belum tahu namanya seks, jadi mama coba ajari biar gak kuper sekalian ngetes normal nggak dia, kata Mamanya.

Ooo gitu, tapi kok sampai kayak gitu

Biar dia juga punya pengalaman, kan lebih baik kita yang diperintahkan, dan orang lain yang mengajarinya melakukan salah, jelas sambil terus mengulum penis itu.

Ya sudah, biar Papa lihat, terlihat begitu celana kolornya ada yang tidak biasa.

Agaknya papanya juga terangsang melihat apa yang dilakukan Mama dan Wen atau memang sedang bernafsu ingin bersetubuh. Kemudian dia mendekatkan mulutnya ke kepala Mama.

Ma, sebenarnya Papa juga pingin, bisiknya.

Papa belum terangsang nih

Ya gantian ya Pa, jawab Mama.

Sementara Wen yang dari tadi hanya mendengarkan saja spermanya mau keluar, hingga kemudian diapun mamanya.

Ma, Wen mau keluar nih

Tahan dulu, mamanya mengeluarkan penisnya dari mulutnya, kemudian dia melepas daster, tidur, kemudian BH-nya dan terakhir celana dalamnya.

Coba lah Papanya langsung protes.

Ma, apa-apaan sih kok ikutan telanjang juga?

Lho pa, kan sekalian, biar dia tahu semuanya, Papa sekalian sini deh

Ma, Wen kan anak kandungmu, masak kamu mau melakukan sama dia, sambil mendekat piano.

Pa, biar dia tahu, lagian hari ini ulang tahun mama, sekali ini saja deh Pa, rayu mama.

Mama memang gila, tapi terserah mama deh

Terima kasih Pa, ucap mama, sambil mencium Seks.

Papa mau kan sekalian kamu yang ini ?.

Tanpa menunggu jawaban dari keberanian dia merebahkan tubuh di ranjang diulang dua laki-laki itu.

Wen, disini sayang, gantian ini tetek Mama kamu isep ya

Wen segera menyodorkan reservasi ke dada Mamanya, terus mulai menghisap payudara mamanya yang sudah kencang karena sudah mulai terangsang. Sedangkan Papanya sekarang sudah selesai celananya.

Pa, Mama dikerjain dong, pintanya.

Papanya pun langsung menuju ke arah selangkangannya dan mulai menjilatinya, bahkan kadang-kadang menghisapnya, Gerbang lingkungan semakin panas saja. 

Mamanya yang mulanya hanya mendesis ringan tak jarang mengeluarkan jeritan kecil saat vaginanya dihisap ubah, sambul permukaan sibuk meremas pantat Wen dan juga mengocok penis Wen agar tetap menegang.

Ah ah eh Pa, dulu Pa beriempatan Wen dulu Pa, kata Mama tertahan.

Biar Wen pengertian memek mamanya Pa.

Papanya pun segera bergeser. Demikian pula dengan Wen.

Wen, sayang, dulu kamu lahir dari lubang ini, sekarang coba kamu rasakan nikmatnya memek Mama !, ucap Mama.

Sekarang memasukkan kontolmu ke lubang Mama Ya Wen, Mama sudah nggak tahan nih!

Ya, Ma, ini Wen sembari mengarahkan penisnya yang mengacung ke selangkangan Mamanya.

Setelah tepat di depan lubang vagina Mamanya didorongnya penisnya agar masuk, tapi Sret penis Wen meleset, karena memang bibir vagina mamanya sudah ada yang dipercaya jadi papanya, kemudian dicobanya lagi, gagal lagi, hingga terus dia dibantu Papanya.

Coba Papa bantu, kata sambil terbuka penis Wen dan pergi ke vagina

Sekarang dorong kontolmu, Wen !.

Dan Bless penis Wen masuk ke vagina mamanya.

Ahh hampir bersamaan suara Wen dan Mamanya mendesahasakan sensasinya.

Sekarang maju mundurkan kontolmu di memek mama sayang, pinta Mamanya.

Wen pun langsung tancap gas, dimaju mundurkannya penisnya, mula-mula pelan-pelan tapi cepat cepat, membuat mamanya makin keenakan keemasan.

Gimana sayang rasanya, sayang?

Enak banget Ma, jawab Wen sambil mendengus.

Papanya pun mulai beraksi lagi, disodorkannya penisnya ke mulut yang sedang menikmati kocokan penis itu.

Ma, sekarang sambil isep titit Papa dong.

Mama pun langsung memasukkan penis itu ke mulutnya. Melihat adegan yang dilakukan Papa dan Mamanya yang membuat Wen semakin terangsang, ia bisa mempercepat kocokannya di vagina Mamanya, membuat bunyi suara pahanya bertatapan dengan paha mamanya yang mekangkang.

 Mamanya juga tak segan-segan mendesah atau menjerit kecil yang menambah dia keenakan, demikian pula papanya yang berulang kali mendengus panjang kompilasi penisnya dihisap opera, demikian pula Wen yang terus mengocok penisnya di vagina Mamanya.

Terus sayang, cepat sedikit sayang, Mama Mau keluar nih, kata Mamanya mendesah.

Ucapan Wen pun mempercepat kocokannya, Terlihat Mamanya kelojotan, goyang kanan, dan ke kiri memainkan pinggulnya sambil terus mengulum penis Papa.

baca juga : Pengalaman Indah Ngentot Dengan Duo Adik Tiri Yang Seksi

Cerita Lainnya:  Hadiah Kedewasaan Dari Mbak Yuni Part1

Sesaat kemudian Mamanya merapatkan pahanya menjepit tubuh Jambi. Wenasakan ada cairan yang keluar dari dalam vagina mamanya, tapi dia tidak peduli, dia terus memaju-mundurkan penisnya, hingga mamanya kelihatan melemas.

Ma, aku mau keluar Ma, tiba-tiba saja Wenjing.

Tahan Wen, jangan dikeluarkan di dalam, biar Mama isep lagi saja

Wen segera menarik keluar penisnya dari vagina mamanya, Plub terdengar suara penisnya keluar dari vagina Mamanya, terlihat penisnya yang memerah berkilat-kilat karena terkena cairan vagina Mamanya.

Pa, ganti posisi Pa, kata sambil bangkit dari telentangnya.

Sini wen kamu ganti yang telentang

Wen pun jadi telentang, penisnya yang mengacung itupun langsung dikulum oleh mamanya, sementara papanya mengambil tempat di belakangnya dan langsung memasukkan penisnya ke vagina dari belakang.

Ughk, desah mamanya mengompol penis utama untuk vaginanya.

Papanya kemudian terus mengabungkan penisnya.

Hanya bisa mendesah dan bersuara ah uh ugh kompilasi Mamanya menghisap penisnya semakin panjang saja, hingga dia tidak bisa menahan keluarnya spermanya lagi.

Ma, ah uh ahk ma aku keluar .., Maa

Lewat sunturnya cairan putih dari penisnya, banyak sekali spermanya yang keluar di mulut mamanya yang langsung ditelan Mamanya, bahkan sampai ada yang keluar dari mulutnya, sementara yang masih tertinggal di penisnya dijilati Mamanya sampai bersih tak tersisa. Wen pun mulai melemas.

Ma, enak banget Ma, desah Wen.

Mamanya memberikan isyarat kedipan mata dan mencium bibirnya dengan mesra.

Tak lama kemudian Papanyapun mencabut penisnya dari vaginaku itu dan mengacungkannya didepan mulutnya, dan dengan sedikit kocokan keluarlah cairan yang kentalnya yang menyembur ke wajah bahkan ada yang disebut wajah Wen, sebagian masuk ke mulutnya dan ditelannya,

Kemudian Mama mengulum dan menghisap penisnya Itu dan dibersihkannya penisnya dari sisa sperma yang masih menempel, sedangkan yang ada di muka diratakannya dengan mengusap layar hingga kelihatan bersih.

 Terlihat Papa dan mamanya puas dengan apa yang baru saja pantas.

Dengan masih ada ketiganya kemudian terbaring, kemudian mereka berpelukan bertiga, Wen yang ada ditengah-tengah Papa dan Mamanya menemukan kebahagiaan yang luar biasa saat itu dan akhirnya ketiganya ketiduran hingga keesokan. Benar-benar malam yang penuh kenikmatan. Begitu seperti yang diceritakan Wen kepada Fikki.

(Visited 244 times, 1 visits today)
Categories
WhatsApp chat