Cerita Bokep Haus Sex

Bokep JepangAugust 29, 2018

FIlmBokepJepang – Ini dilakukan dengan masuknya ke salah satu kampus yang memang tempat cita-citaku sebagai ahli komputer. Pada tahun 2014, kepindahanku dari Jakarta Barat ke Bandung, aku tinggal di daerah perumahan yang dulu pernah ditinggali kedua orang tuaku, dan sekarang aku tinggal bersama pembantu dan seorang anak kecil.

Beranjak dari kehidupanku yang jauh dari kedua orang tua dan aku baru saja memiliki motor untuk mendukungku berangkat ke kampus.

 Aku mulai terbiasa dengan kehidupan bertetangga dan aku sering digunakan untuk membantu tetangga yang kadang kuperhatikan bahwa adalah seorang wanita beranak satu dan musik jarang di rumah. Usianya kira-kira 32 tahun, di sini namanya aku samarkan saja yaitu Anna. Aku memanggilnya Tante Anna.

Satu tahun sudah aku tinggal, di akhir tahun 2015 aku mulai merasakan gejolak nafsu yang amat sangat terhadap wanita. Aku akan membuatku bertamu ke rumah tante Anna, aku masih tidak berani dan berani takut kalau nanti akan datang dan aku akan dikomentari tidak baik.

Bulan itu adalah bulan Januari 2016, usiaku pada saat itu baru 19 tahun dan tepat pada bulan Januari tanggal 20 aku genap 20 tahun. 

Di sini aku mengkisahkan hal yang sangat nyata yang terjadi dalam diriku. Malam itu malam Jum’at, Cuaca sangat tidak menguntungkan dan tiba-tiba saja sangat lemah dengan diikuti angin kencang.

Aku sangat sedih dengan kesendirianku, karena malam ini adalah malam kelahiranku. Aku duduk-duduklah sambil menghisap rokok kesukaanku, namun malam semakin tidak mendukung karena cuacanya. 

Aku berusaha mencari kesibukan dengan membaca-baca buku Pelajaran, tiba-tiba saja aku dikejutkan dengan pagar pagar yang khas, seorang wanita menghampiriku yang ternyata adalah sebelah kiriku (Tante Anna).

“Ada apa tante?” Aku mulai bertanya. “Bob, (namaku) tolong dong pasangin lampu kamar saya di rumah,”

Terjadinya lampu kamar tante Anna putus dan aku disuruh memasangkannya. Lalu saya mengikutinya dari belakang menuju muka gigi. Di saat aku mengikutinya aku berhadapan dengan sentuhan saat itu, karena dia tidak menggunakan bra dan aku gemetar.

Ini adalah permintaan untuk agar saya memasangkan lampu di dalam kamar. Setelah selesai kukerjakan, cepat-baik saja, cobalah untuk minum kopi karena kopinya sudah disuguhkan. 

Aku duduk sambil menonton tayangan TV dan aku yang baru. Pulas di depan TV. Kemudian tidak lama lama baru pindah ke kamar. Sekarang tinggal aku dan tante di luar tengah.

Waktu sudah menunjukkan pukul 22.30 dan saya meminta izin untuk melakukan penghentian, ia memintaku menemaninya ngobrol. 

Lama kelamaan aku mulai mengantuk dan dimintanya aku untuk memberontak dan menganggapnya sebagai bantal dan aku menurut saja

Ia bercerita bahwa sebelumnya ada panggilan dari dalam, yaitu ia ditakut-takuti karena sekarang malam Jum’at ada hantu kalau sendirian di rumah.

Asyik juga lama-lama acara mengobrolnya hingga tanpa kusadari tante Anna mulai maju dan menari di bagian sebelah kiriku, karena aku kembali di belakang dari tante Anna. 

Perasaanku mulai tak karuan, jantungku berdebar sangat keras dan sekujur tubuhku dingin. Karena baru pertama kali ini aku diperlakukan seperti itu (aku masih perjaka). 

Tiba-tiba datang tante Anna mulai bergerak menuju selangkanganku, dan meremasnya kemudian mengusapnya. Saat itu aku memakai celana pendek berbahan lemas.

“Hei, Bob! Kamu ini kok bangun?” Tanya tante Anna. 

Saat itu aku sangat malu dan tidak bisa berkata-kata lagi. Kemudian Tante mematikan lampu dan memintaku pindah ke kamar dengan menarikku ke atas tempat tidur.

 Pikiranku sangat sedih dan sangat gugup pun ada tiba-tiba aku dipeluk dan ditindih kemudian diciumi. Hingga saat bibirku dikulumnya aku mulai panas dan terangsang sangat sangat.

Lama aku dibuatnya terlena dalam kemelut yang dibuatnya. Sampai tante itu mulai menuruni lekuk tubuhku sampai pada selangkanganku dan buka celanaku. Sesaat lalu seluruh bagian yang terjadi dan apa yang terjadi penisku dimasukkan ke mulutnya. 

Aku sangat tegang dan memang baru pertama kali aku pergi hal seperti ini. Dengan lembut dan penuh penghayatan, penisku dipegangnya, kadang dijilatnya terkadang dihisapnya namun juga kadang digigitnya hingga sampai pada buah zakarku dan di kulumnya.

“Bob, jangan keluar dulu ya?” Dengarkan dengan mulutnya yang tertutup oleh penisku. “Akh .. Mmnyamm”

Aku sudah bisa membaca bahwa tante sangat haus akan seks. Seperti orang yang lama tidak bersetubuh hingga dengan ganasnya saya mulai ditindihnya dan aku mulai merespons. 

Dengan naluri rangsangan, aku dorong Tante Anna kemudian aku buka pakaiannya secara terbuka sambil menciuminya, kemudian kulumat teteknya yang tidak begitu besar namun masih kencang. 

Aku hisap dan kumain-mainkan lidahku di sekitar puting susunya, Tante Anna memulai terangsang sambil menggeliat-geliat dan mencerminkan kepalaku agar aku lebih keras lagi menghisapnya.

Lama aku bermain di sekitar payudatar sampai akhirnya aku disuruh menjilat bagian yang sensitif di antara selangkangannya. Aku mulai sedikit mengerti. Dengan bantuan rata, aku memahami mana yang harus aku jilat dan kulumat.

Kemudian aku didorong ke sampingnya dan aku mulai ditindihnya kembali namun sekarang tante Annaangguan penisku yang semakin keras dengan dengan tante Anna membimbingnya memasukkan liang kenikmatannya.

Posisi tante Anna berada di atas seperti orang naik kuda, menggoyang-goyangkan pinggulnya dan kadang menaik turunkan bokongnya. Lama sekali dia bertahan pada posisi itu,

hingga akhirnya Tante menjerit kecil sambil memegang sesuatu sambil mencengkeram bahuku .. 

” Akhh , Bob, saaya keluar nih, ahh .. Ahh .. Ohh .. Bob kamu belum keluar ya?”

Kemudian aku balikkan tubuh dan sekarang aku ganti dengan penisku masih menancap di liang kenikmatan itu. Aku mulai menyerang, dan sekarang aku mengeluar masuk penisku. 

Lalu aku mengambil posisi duduk di antara selangkangannya sambil mengocoknya. Suara yang keluar dari mulut Tante Anna membuatku sangat terangsang.

“Bob, yang keras dong, lebih cepat kamu kocoknya,” kata tante sambil pijat kedua tanganku. 

Aku merasa belum akan sampai, sesampai di sana tante Anna mulai menggeliat-geliat sangat kasar hingga aku dipeluknya. ”Bob, ah .. Saya mau keluar lagii. Bob .. Ahh .. Ohh Bob ”

Lalu aku disuruhnya mencabut penisku dan tante Anna keluar menuju kamar mandi. Tidak berapa lama dia pergi dan membawa kain kotor lalu mengusapkannya di penisku yang mulai lengket. 

Kemudian, tante Anna mulai menaiki tubuhku Kembali dan memasukkan penisku ke vaginanya yang sudah kering. Ia memulai dengan gerakan lambat dengan menggoyangkan pinggulnya maju mundur dan saya kemudian meminta berposisi di atas.

Sekarang aku akan memasukkan penisku ke dalam vaginanya dan mulai bergetar namun sangat seret dan terasa penisku dijepitnya. Aku bisa memasukkannya ke dalam dan melalui penisku agar lebih mudah untuk masuk lagi dan lagi dengan cepat diiringi goyangan pinggul Tante Anna, sesekali kedua pahanya mengapit rapat. 

Lama aku mulai perasaan terangsang. Dengan mengulum toketnya saya mulai berekreasi dan aku jadi ingin keluar. Akhirnya aku keluar dengan diiringi jeritan kecil tante Anna yang ternyata juga keluar bersama aku tak bisa tahan diri. Maka aku langsung dipeluknya erat-erat dan tidak bisa mencabut penisku sampai aku tertidur.

Terdengar suara samar-samar dari kejauhan, orang sudah ramai di luar seperti tukang roti dan lainnya. Aku terbangun dan kulihat tidak ada seorangpun di sampingku dengan pintu kamar masih tertutup rapat dan hordeng jendela masih tertutup. 

Aku pun kaget dan bingung dalam keadaan tanpa sehelai benang pun yang menempel di kulitku. Aku berusaha mencari tempat yang telah dilempar ke sisi spring bed Tante Anna. Tak berapa lama kemudian Tante Anna membuka pintu dan masuk ke kamar.

“Polisi! Kamu sudah bangun? ”“ Ya .. ”jawabku sambil melihat seluruh tubuh Tante Anna yang ternyata baru saja menggunakan handuk.

Handuk itu hanya sebatas toketnya dan pangkal pahanya yang putih Ubah. Lalu aku duduk di balik tempat tidur sambil memandangi pemandangan yang indah itu. 

Tiba-tiba saja penisku yang sudah loyo bangun kembali, namun kuurungkan niatku untuk bermain di pagi hari. Dengan cepat aku keluar dari kamar menuju kamar mandi.

Selesai dari kamar mandi aku masuk ke tidur untuk meminta kamar, Tante Anna belum juga pakaian yang melekat di tubuh sudah tidak ada. 

Aku pandangi terus tubuh tanpa busana itu, lalu aku mendekatinya dan aku berbincang denganku, namun dengan gerakan yang lebih cepat dari aku didorong ke atas tidur oleh tante Anna dan tanpa basa lagi dikulumnya lagi penisku hingga basah oleh liurnya.

Pagi ini sudah dimulai pada kembali oleh kuluman, hisapan, dan belaian tante Anna pada penisku. Kemudian aku dimintanya berdiri dan melumat toketnya yang sudah mengeras pada putingnya yang berwarna seperti kemerahan. Kujilat, kuhisap kadang kuremas pada toket yang satunya. 

baca juga : Cerita Sexs Bercinta Dengan Sahabatku Yussi

Cerita Lainnya:  Goyangan Panggung Teman Istriku

Kembali aku bersemangat dan ditindihnya lagi .. Bless .. Slepp .. ternyata penisku sudah digiringnya masuk kembali ke liang kenikmatannya. Dengan agresif dan penuh nafsu, digoyangkannya kembali mundur pantat Tante Anna hingga aku pun mengiringinya dari bawah, sambil kuremas-remas kedua toketnya dengan kedua tanganku.

“Ah .. Aah .. Ahh .. Ohh, Booby aku puaas ssekalii. Bob, saya mau .. Keeluaar .. Ahhohh .. ” 

Lalu Tante Anna mencabut penisku dari memeknya dan membersihkannya dengan kain di sekitar, Kemudian aku dengan ganasnya memasukkan kembali senjataku lalu kugoyang-goyangkan lalu kutekan hingga Tante Anna menjerit kecil ..

“Aahh .. Oohh, Bobb .. Mentok nih? Terus bob tekan, kamu punya, oh Bob! ” 

Lama sekali aku memainkan Tante Anna, kemudian aku kembali dengan posisi Doggy Style. Tante Anna sambil membungkukkan badannya di atas kasur untuk memasukkan penisku dan Blees .. Slepp ..

“Ahh, Bobb .. Terus Bob, Masukin sampai dalam, oh Bobb .. Yang kasar Bob” 

Lalu dengan cepat aku memaju mundurkan pantatku hingga aku sudah tidak tahan lagi. Dan kemudian aku berhasil sampai di mana kenikmatan itu sampai ujung rambut. Dan cairan yang kukeluarkan tidak kubuang keluar.

Setelah selesai, saya mulai merasa letih dan sangat lapar. Aku akan merayakannya, kutatap langit-langit yang ada di kamar itu.

Kuatur nafasku perlahan dan kupeluk kembali Tante Anna, kuusap-usap toketnya. Kawan-kawan menghisap-hisap pelan hingga tiba kumain-mainkan dengan tanganku.

“Bob, udah ah, nanti lagi”. 

Lalu aku lepaskan tanganku dan aku langsung bangun menuju kamar mandi. Pukul 07.15 aku sudah rapi, lalu aku minta izin untuk pulang. 

Setelah itu aku mulai dengan pekerjaanku di rumah. Di dalam rumah aku mulai berfikir tentang apa yang telah terjadi dengan Tante Anna.

Malam pun tiba, aku seperti biasa ada di rumah sambil menonton TV. Tiba-tiba datang lagi ada yang mengetuk dan mengunci, ternyata Tante Anna membawa makanan buatku. Dengan senyumnya aku ditawari makan lalu aku diciumnya, namun tangan tante Anna kembali menggerayangi penisku.

Aku terangsang tapi niatku untuk bersetubuh lagi. Berhati karena aku ada janji dengan teman.

(Visited 258 times, 1 visits today)
Categories
WhatsApp chat